Bahasa Pemrograman dan Pengguna Games

 


     A.   Bahasa Pemrograman Games

Bahasa Pemrograman untuk Membuat Game Android, IOS dan Desktop, Saat ini, game online Android semakin meningkat. Ada ribuan jenis game dengan berbagai tema dan tantangan bersebaran di halaman Google Play Store. Namun, Setiap game ditulis dengan bahasa pemrograman game Android yang sama.

Jika ingin membuat game, harus menguasai minimal satu bahasa pemograman. Tidak hanya sebatas untuk memproduksi website dan aplikasi saja, bahasa pemrograman juga dapat digunakan untuk membangun sebuah game online. Bermacam-macam game yang Anda bisa download gratis di Google Play Store merupakan produk-produk software yang disusun memakai beragam bahasa pemrograman game Android.

Berikut ini merupakan Bahasa Pemrograman untuk Membuat Game Android, IOS dan Desktop, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • C++
    Bahasa Pemrograman C++ adalah bahasa pemrograman komputer yang bisa dipakai untuk membuat berbagai aplikasi (general-purpose programming language), dan merupakan pengembangan dari bahasa pemrograman C.
    C++ cocok dipakai untuk membuat game atau aplikasi yang perlu banyak mengakses hardware seperti di perangkat IoT (Internet of Things), embedded system, hingga membuat aplikasi desktop berbasis grafis, terutama saat digabung dengan Microsoft Visual Studio.

 

  • C#
    C# atau yang dibaca C sharp adalah bahasa pemrograman sederhana yang digunakan untuk tujuan umum, bahasa pemrograman C#  dapat digunakan untuk berbagai fungsi misalnya untuk pemrograman server-side pada website, membangun aplikasi desktop ataupun mobile, pemrograman game dan sebagainya.

 

  • Java
    Java adalah sebuah bahasa pemrograman dasar dalam sebuah pembuatan aplikasi. Java juga merupakan bahasa pemrograman yang dapat di jalankan di berbagai komputer ataupun berbagai Android. Bahasa pemrograman java dapat digunakan untuk membuat sebuah game ataupun aplikasi untuk perangkat lunak maupun komputer sekalipun.
    Bahasa pemrograman Java merupakan bahasa pemrograman game Android yang paling populer dan banyak digunakan oleh developer. Java pada Android Studio sudah terkustomisasi baik secara mekanisme maupun tampilannya.

 

  • Swift
    Swift telah menjadi bahasa resmi yang didukung oleh Apple Inc. untuk pengembangan aplikasi iOS, iPadOs, macOS, watchOS, tvOS, Linux, dan OS X. Swift merupakan bahasa pemrograman yang modern, cepat dan type-safe. Swift merupakan bahasa yang berstatus Open Source sehingga akan banyak pihak dapat ikut mengembangkan bahasa pemrograman ini.

 

  • Kotlin
    Kotlin adalah bahasa pemrograman modern melalui pengetikan statis yang digunakan lebih dari 60% developer Android profesional untuk membantu meningkatkan produktivitas, kepuasan developer, dan keamanan kode.
    Kotlin disajikan secara statis yang berjalan pada platform Java Virtual Machine (JVM). Kotlin menggunakan compiler LLVM yang artinya, dapat dikompilasi ke dalam kode JavaScript. Bahasa pemrograman yang satu ini banyak diminati oleh para developer. Terutama developer Android.

 

  • Objective-C (OBJ-C)
    Objective-c merupakan bahasa pemrograman yang bersifat object-oriented dan reactive. Bahasa ini digunakan pada Mac OS X serta smartphone iPhone.
    Bahasa pemrograman ini tergolong ke dalam bahasa yang sulit untuk dipelajari, akan tetapi bahasa pemrograman Objective-C mempunyai kelebihan yang dapat menjadi salah satu alasan untuk mempelajari bahasa tersebut.
    Sekarang ini Apple sebagai pengembang bahasa Objective-c memang sudah memiliki bahasa Swift untuk mempermudah membangun aplikasi mereka. Akan tetapi menurut survei yang telah dilakukan Stack Overflow, Objective-c masih menjadi bahasa pemrograman yang populer di dunia pemrograman.

 

     B.   Pengguna Games

Pengguna game perlu mendapat pemahaman cara bermain yang benar dalam menghadapi pesatnya peredaran game. Menurut Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2020, produksi game selalu naik di tiga tahun terakhir.

“Butuh pemahaman yang baik akan industri game ini. Kami mendorong developer/publisher game selain mempromosikan produk, juga melakukan edukasi kepada penggunanya,” jelas Koordinator Business Matchmaking Ditjen Aptika, Luat Sihombing saat acara Tok Tok Kominfo dengan tema Kepoin Perkembangan e-Sport di Indonesia, Jumat (07/05/2021).

Ditjen Aptika, lanjut Luat, secara paralel juga akan melakukan literasi melalui semua saluran informasi yang dimiliki, seperti regulasi, pedoman, dan pemeringkatan. “Kami informasikan hal-hal yang harus diperhatikan dalam bermain game, seperti waktu bermain dan batasan usia,” tandasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak-anaknya dalam bermain game. Jika orang tua menemukan sesuatu yang tidak sesuai, bisa mengadukan langsung ke email ke IGRS@kominfo.go.id atau ke media sosial Kemkominfo.

Belum lama ini Ditjen Aptika bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) telah meluncurkan sebuah buku Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2020.

Buku itu berisi data dan fakta yang menggambarkan bagaimana kondisi ekosistem industri game Indonesia saat ini. Termasuk tantangan dan juga bagaimana peran serta pemerintah yang dibutuhkan untuk mengakselerasinya.

 

     C.   Perilaku Komunikasi Remaja Pengguna Game Online

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang individu merupakan makhluk sosial yang berarti seseorang selalu membutuhkan bantuan orang - lain untuk memenuhi kebutuhannya dan tidak dapat hidup dengan sendiri. Saat permainan online hadir hal ini terkadang membuat seorang individu menjadi seseorang yang anti sosial, yang mana ia merasa tidak membutuhkan lingkungan luar untuk memenuhi kebutuhan sehari - harinya. Faktanya seorang individu bisa berjam- jam bermain komputer dan memilih untuk tidak berinteraksi dengan lingkungan luar. Terkadang seseorang jika telah menjadi pecandu permainan online akan mempunyai indikator tertentu, misalnya seseorang tersebut lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain game daripada berinteraksi sosial dengan lingkungan luar. Gejala yang terjadi juga dapat menyerang secara fisik dan psikis, seseorang yang kurang mempunyai relasi sosial cenderung akan lebih mudah terbawa emosi dan tidak dapat mengendalikan perasaannya walaupun mungkin kecerdasan otaknya meningkat. Indikator ini dapat dilihat sejak dini saat awal - awal seseorang mulai kecanduan terhadap permainan online ini. Namun hal ini sedikit berbeda jika seseorang tersebut memang bekerja dalam bidang game, seseorang yang memenuhi kebutuhan ekonominya dengan game lebih memiliki tujuan yang jelas dan masih bisa mengontrol waktu dan sadar akan kebutuhan diri sendiri. Game online merupakan bagian dari internet yang sering dikunjungi dan sangat digemari saat ini terutama oleh kalangan remaja maupun dewasa bahkan anak kecil pun sekarang dapat mengaksesnya, hal ini bisa menyebabkan kecanduan dengan intensitas yang tinggi. Kecanduan merupakan perasaan yang sangat kuat terhadap sesuatu yang diinginkannya sehingga akan selalu berusaha untuk mencari sesuatu yang sangat diinginkan itu, misalnya kecanduan internet, kecanduan menonton televisi, atau kecanduan bermain. Kecanduan game online merupakan salah satu jenis kecanduan yang disebabkan oleh teknologi internet atau yang lebih dikenal dengan internet addictive disorder terhadap permainan-permainan virtual. Internet dapat menyebabkan kecanduan, salah satunya adalah Computer game Addiction (berlebihan dalam bermain game).